AI sebagai Media Pembelajaran, Mengapa Tidak?

Rabu,22 Januari 2025 - 15:33:34 WIB
Dibaca: 112 kali

Workshop Sharing Knowledge Penerapan AI dalam Pembelajaran yang diselenggarakan di Meeting Room Q.210 Gedung Grha Prof. Dr. H. Roeslan Abdulgani (Foto: Ghina)

Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) merupakan salah satu platfrom pembelajaran daring yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Platform ini bertujuan untuk meningkatkan dan menunjang akses terhadap pembelajaran yang berkualitas di perguruan tinggi termasuk Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. 

Implementasi SPADA merupakan salah satu upaya Untag Surabaya dalam mendukung pembelajaran berbasis teknologi dengan menyediakan materi kuliah secara daring yang dapat diakses baik oleh mahasiswa dan maupun dosen.

"Hal ini perlu diaplikasikan mengingat iklim pembelajaran di universitas sangat relevan dalam konteks modernisasi pendidikan, terutama dengan adanya tantangan global dan kebutuhan akan fleksibilitas belajar sehingga inilah alasan mengapa penggunaan SPADA menjadi sangat penting," ujar Dida Rahmadanik, S.AP., M.AP, salah satu narasumber pada Workshop Sharing Knowledge Penerapan AI dalam Pembelajaran yang diselenggarakan di Kampus Untag Surabaya (21/).

Menurut dosen aktif pada Program Studi Administrasi Negara FISIP Untag Surabaya tersebut penerapan SPADA merupakan bentuk dukungan terhadap transformasi digital dalam pendidikan, memfasilitasi pembelajaran yang inklusif (mahasiswa dimana saja dapat mengakses asalkan ada jaringan internet), mendukung program Kampus Merdeka, meningkatkan kolaborasi antar kampus (melalui materi, pengalaman belajar mengajar), serta dapat meningkatkan kompetensi digital mahasiswa dan dosen (workshop, hibah).

Salah satu yang yang dapat diaplikasikan melalui platform ini adalah Prompt Engineering guna merancang perangkat pembelajaran berbasi AI di mana Capaian Pembelajaran (CPL) akan digunakan sebagai indikator pencapaian yang telah ditetapkan. Berdasarkan Capaian Pembelajaran (CPL), dapat dilakukan penyusunan Capaian Mata Kuliah (CPMK) yang sesuai dengan subjek mata kuliah yang telah ditetapkan. Penurunan CPL yang dibebankan pada MK Media Pembelajaran Metodologi Penelitian menjadi CPMK dan Sub-CPMK. Misalkan, mata kuliah yang akan dibuat perangkat pembelajarannya adalah Media Pembelajaran, maka Capaian Mata Kuliah (CPMK) yang dirancang ditentukan berapa jumlah CPMK yang akan dirancang, serta model pembelajaran yang akan digunakan, seperti Project Based Learning (PjBL) atau Case Method (CM).

"Contohnya, kita dapat mengidentifikasi konten pengetahuan untuk menciptakan, menggunakan, mengases (assess) dan mengelola aplikasi teknologi pembelajaran secara teoritik dan praktik yang selanjutnya kita gunakan untuk membuat prompt genAI pada chatGPT, sehingga melalui platform ini dosen dapat dengan mudah merancang, menentukan, dan aktivitas pembelajaran" ujarnya. (riz)


Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya