BRIN Luncurkan Program Riset Inovasi Strategis: Pendanaan 3 Tahun untuk 8 Tema Prioritas Nasional
Rabu,08 April 2026 - 17:16:01 WIBDibaca: 5 kali
Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) secara resmi meluncurkan Program Riset Inovasi Strategis melalui Keputusan Deputi Nomor 11/II.7/HK/2026. Program pendanaan ini bersumber dari Dana Abadi Pendidikan yang dikelola LPDP dan dirancang untuk menjawab tantangan pembangunan nasional melalui riset yang berdampak nyata.
Program ini merupakan bagian dari skema Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) – Invitasi, dan menggantikan pedoman sebelumnya (Nomor 47/II.7/HK/2025). Pendanaan diberikan untuk periode maksimal 3 tahun dengan target keluaran utama berupa produk riset yang siap dihilirisasi ke industri, kebijakan, atau masyarakat.
Delapan tema prioritas yang ditetapkan:
- Ketahanan Pangan
- Ketahanan Kesehatan
- Ketahanan Energi
- Ketahanan Air
- Kebencanaan
- Padat Karya dan Ekonomi Kreatif
- Pertahanan
- Frontier Science (Genomik, Satelit, Nuklir, Material Maju) berorientasi Nobel
Kriteria pengusul: WNI (ASN aktif atau non-ASN). Ketua periset minimal S2 dan sedang menempuh S3; anggota minimal S1. Diutamakan kolaborasi lintas institusi (dalam/luar negeri). Setiap periset maksimal terlibat dalam 3 proposal (1 sebagai ketua, 2 sebagai anggota, atau 3 sebagai anggota).
Keluaran wajib: produk hilirisasi (keluaran utama) serta publikasi ilmiah internasional bereputasi (minimal Q1/Q2) dan kekayaan intelektual (paten/PVT) sebagai keluaran tambahan.
Pendanaan mencakup biaya langsung personel (insentif ketua Rp3.600.000/orang/bulan, anggota Rp2.400.000), biaya langsung nonpersonel (minimal 70% dari total dana), dan biaya tidak langsung (maksimal 5%). Pencairan dapat dilakukan 1 atau 2 tahap. Proses pengusulan melalui Sistem Informasi Pendanaan Risnov BRIN: https://pendanaan-risnov.brin.go.id/.
Seleksi meliputi administrasi, substansi (reviewer independen), reviu RAB, hingga penetapan penerima. Sanksi administratif hingga pemutusan kontrak diberikan bagi pelanggaran ringan, sedang, maupun berat. Program ini berlaku sejak 5 Januari 2026.
“Program Riset Inovasi Strategis BRIN adalah peluang emas sekaligus ujian bagi peneliti muda. Dari perspektif ilmu komunikasi, saya melihat tiga tuntutan utama.
Pertama, hilirisasi hasil riset menuntut kemampuan science communication yang mumpuni. Peneliti tidak cukup hanya menulis jurnal, tetapi harus mampu menyusun narasi kebijakan, presentasi industri, dan pesan publik yang mudah dicerna. Ini adalah ranah komunikasi sains yang sayangnya masih lemah di banyak program pascasarjana.
Kedua, kolaborasi lintas institusi mengharuskan peneliti memiliki networking skills dan kecakapan komunikasi antarbudaya. Jejaring sosial (social capital) seringkali menjadi penentu lolos tidaknya proposal. Di Magister Ilmu Komunikasi Untag Surabaya, kami secara khusus melatih strategi membangun jejaring dan personal branding akademik.
Ketiga, persyaratan publikasi Q1/Q2 dan paten menegaskan bahwa reputasi ilmiah dibangun melalui komunikasi tertulis berstandar global. Saya mendorong mahasiswa dan dosen kita untuk segera membentuk tim riset lintas disiplin, memanfaatkan pedoman ini, dan mengajukan proposal. Jangan biarkan pendanaan maksimal tiga tahun ini berlalu sia-sia. Siapkan proposal matang, bangun kolaborasi, dan pastikan hasil riset Anda berdampak nyata bagi bangsa.” (noa)
Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya