Djarot Saiful Hidayat: Keberhasilan Sejati Diukur dari Karakter, Bukan Jabatan

Selasa,24 Februari 2026 - 23:41:41 WIB
Dibaca: 28 kali

SURABAYA – Dunia saat ini lebih membutuhkan manusia bijaksana yang mampu memadukan kecerdasan dengan nilai moral, bukan sekadar orang pintar secara akademis. Pesan ini disampaikan oleh Dewan Pembina Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya, Drs. Djarot Saiful Hidayat, M.S., dalam Sambutan Dewan Pembina YPTA Surabaya di hadapan para wisudawan Untag Surabaya, Sabtu (15/2/2026).

Berbicara dalam Wisuda ke-132 yang mengusung tema “Akar Lokal, Kontribusi Global”, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara identitas lokal dan dampak global. Menurutnya, kemajuan tanpa akar budaya yang kuat akan rapuh menghadapi perubahan zaman.

“Akar lokal bukan beban, melainkan sumber nilai yang memberi arah. Janganlah lupa pada akar kita masing-masing,” ujar Djarot. “Dunia tidak kekurangan orang pintar, tetapi dunia membutuhkan manusia yang mampu mengaitkan kecakapan dengan kebijaksanaan; mereka yang berpikir luas, namun bertindak dengan kesadaran moral yang tinggi.”

Dalam sambutannya, Djarot menekankan bahwa pendidikan tinggi harus membentuk manusia yang utuh. Ilmu pengetahuan memberi kekuatan, sementara nilai-nilai luhur memberi arah. Tanpa nilai, kecerdasan bisa kehilangan makna. Sebaliknya, tanpa keberanian berpikir global, nilai-nilai lokal bisa kehilangan relevansi.

Ia juga mengingatkan para lulusan agar tidak mengukur keberhasilan hanya dari standar sempit seperti jabatan, penghasilan, atau pengakuan semata. Justru, yang akan bertahan sepanjang masa adalah karakter dan integritas pribadi dalam setiap pilihan hidup, terutama saat tidak dalam pengawasan.

“Yang akan bertahan adalah karakter kalian, cara kalian bersikap, dan pilihan kalian saat mengambil keputusan yang tidak populer. Jangan lupakan akar kalian serta kewajiban untuk mengabdi kepada Indonesia Raya,” pesannya.

Lebih jauh, Djarot mengajak para wisudawan untuk senantiasa bertanya bukan hanya tentang apa yang bisa dicapai, tetapi apa yang bisa diperbaiki dan ditingkatkan di lingkungan sekitar. Menurutnya, dari sanalah kontribusi sejati menemukan maknanya.

Beliau menutup sambutan dengan harapan agar langkah para lulusan yang mungkin menjangkau dunia tetap membawa nilai kebangsaan. “Ketika langkah kalian menjangkau dunia, biarkan nilai yang kalian bawa tetap pulang pada bangsa ini. Di sanalah keseimbangan itu menemukan bentuknya, berakar lokal dan memberi arti bagi dunia,” tutupnya. (noa)


Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya