Pemutakhiran Data SINTA, Seberapa Pentingkah?

Rabu,09 Oktober 2024 - 11:10:40 WIB
Dibaca: 206 kali

Ketua Pusat Publikasi dan Kekayaan Intelektual LPPM Untag Surabaya, Dr. Tomy Michael, S.H., M.H, (kanan berdiri) pada saat mendampingi dosen Untag Surabaya melakukan pemutakhiran data SINTA di Kampus Untag Surabaya (8/10). (Foto: LPPM Untag Surabaya)

Pemutakhiran data SINTA (Science and Technology Index) merupakan hal yang sangat penting bagi seorang dosen, terutama dalam pengembangan karier akademik dan pengakuan profesional. Data yang ada di dalam SINTA digunakan untuk menilai produktivitas ilmiah seorang dosen. Semakin lengkap dan terbaru data publikasi, sitasi, dan karya ilmiah lainnya, semakin baik reputasi dosen di lingkungan akademik, baik nasional maupun internasional. Hal inilah yang secara konsisten dilakukan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya dalam mendampingi dosen Untag Surabaya melakukan pemutakhiran data SINTA (8/10).

Bagi dosen yang ingin naik jabatan fungsional (misalnya dari Lektor ke Lektor Kepala atau Guru Besar), pemutakhiran data SINTA sangat diperlukan untuk memenuhi persyaratan perolehan poin berdasarkan publikasi ilmiah yang diakui. Selain itu, dosen-dosen yang melakukan kegiatan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat yang memiliki profil SINTA yang kuat dan terupdate lebih mudah diidentifikasi untuk kolaborasi penelitian atau program pendanaan dari lembaga nasional dan internasional. Pemutakhiran ini menunjukkan bahwa seorang dosen aktif dalam penelitian dan publikasi.

Ketua Pusat Publikasi dan Kekayaan Intelektual Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untag Surabaya, Dr. Tomy Michael, S.H., M.H, menuturkan bahwa melalui SINTA kinerja individu dosen dalam hal publikasi dan penelitian juga berdampak pada reputasi institusi tempat dosen bekerja.

"Data SINTA yang terupdate tentunya akan menunjukkan kontribusi institusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Meskipun dosen individu bertanggung jawab langsung atas data SINTA mereka, lembaga melalui LPPM juga memegang peran penting dalam memfasilitasi dan memantau proses ini di lingkungan perguruan tinggi. Kolaborasi yang baik antar pihak ini penting untuk memastikan akurasi dan relevansi data SINTA bagi seluruh dosen di institusi tersebut," tuturnya dalam kegiatan yang diselenggarakan di Meeting Room Graha Roeslan Abdulgani Untag Surabaya tersebut.

Tomy juga menuturkan bahwa pemutakhiran data SINTA memiliki dampak besar, tidak hanya untuk karier dan pengakuan dosen secara individu, tetapi juga untuk reputasi institusi pendidikan secara keseluruhan. Jika data tidak diperbarui, dosen bisa kehilangan peluang untuk mendapatkan hibah penelitian, kenaikan jabatan, atau kolaborasi ilmiah. Selain itu, institusi pun akan kesulitan untuk memantau dan melaporkan kinerja riset dan publikasi dosen mereka, yang dapat mempengaruhi peringkat dan akreditasi kampus.

"Dengan kata lain, pemutakhiran data SINTA menjadi langkah strategis untuk mendukung prestasi akademik dan pengembangan ilmu pengetahuan di perguruan tinggi," ujar Tomy. (riz)


Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya