RISK REGISTER, Amunisi PT untuk Menghadapi Risiko Masa Depan
Kamis,15 Januari 2026 - 01:16:57 WIBDibaca: 36 kali
Foto ilustrasi (Sumber foto: https://sahabat.pegadaian.co.id/)
Risk Register, salah satu "amunisi" yang wajib dimiliki oleh perguruan tinggi dalam upaya mengelola ketidakpastian secara proaktif. Hal ini tentunya menjadi indikator penting bagi perguruan tinggi dalam memperkuat tata kelolanya berdasarkan pada regulasi yang ada.
Ketua Badan Penjamin Mutu (BPM) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Dr. Wiwik Afifah, S.Psi., S.H., M.H. dalam Koordinasi Persiapan Audit Manajemen Resiko yang diselenggarakan di Ruang I.201 Kampus Untag Surabaya (14/1) tersebut menuturkan bahwa Risk Register memiliki beberapa fungsi, diantaranya mengidentifikasi risiko kegagalan pencapaian sasaran Renstra, menilai dampak risiko terhadap target strategis, dan menentukan mitigasi agar renstra tetap on the track.
"Risk Register ini akan memperkuat perguruan tinggi untuk siap menghadapi risiko masa depan, bukan hanya melaporkan hal yang sudah terjadi di masa lalu," ujarnya.
Selain itu, Ketua Audit Internal Mutu Non-Akademik (AIMNA) BPM Untag Surabaya, Pongky Lubas Wahyudi, S.T., M.T, menuturkan bahwa institusi, fakultas, dan unit pendukung yang ada di Untag Surabaya harus menyusun dan memiliki dokumen terkait tingkat risiko yang dimiliki. "Jenis risiko yang dicakup, yakni risiko strategis dan risiko operasional," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama Pongky juga menuturkan bahwa penyusunan Risk Register ini mengacu pada Renstra Universitas dan fakultas, kontrak kinerja, IKU, perubahan peraturan/kebijakan pemerintah (Permendiktisaintek), dan perkembangan teknologi dan digitalisasi.
"Dari penyusunan ini diharapkan setiap fakultas dan unit kerja di lingkungan Untag Surabaya memiliki Risk Register masing-masing sehingga dapat menetapkan daftar risiko prioritas dan menetukan rencana mitigasi dari risiko tersebut," tuturnya. (riz)
Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya