Tawarkan Pendekatan Baru dalam Menyikapi Perkembangan Media
Jumat,14 Februari 2025 - 11:14:18 WIBDibaca: 48 kali

Prof. Dr. Drs. Teguh Priyo Sadono, M.Si, dalam orasinya pada saat pengukuhan 3 Guru Besar di Kampus Untag Surabaya. (Foto: Humas Untag Surabaya)
Kekuatan Media dalam Perspektif Relativitas Einstein, tema inilah yang digunakan oleh Prof. Dr. Drs. Teguh Priyo Sadono, M.Si., dalam pidato pengukuhan 3 Guru Besar yang diselenggarakan di Gedung Graha Wiyata lantai 9 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (11/2). Berdasarkan pada perkembangan teknologi komunikasi, khususnya media, sejak awal pertumbuhannya senantiasa memberikan dinamika sosial yang kompleks menginspirasi Teguh untuk mengangakat tema tersebut.
Perkembangan teknologi komunikasi mulai 59 SM hingga saat ini menunjukkan bahwa setiap inovasi dalam teknologi komunikasi selalu memberikan implikasi yang signifikan terhadap perubahan sosial politik. Menurut Teguh dalam rentang waktu tahun 1900-an hingga tahun 1930-an, media berada dalam puncak garis edar yang dapat memberikan energi terbesarnya untuk mempengaruhi perilaku manusia sesuai dengan yang dikehendaki.
"Namun, perdebatan ilmiah tentang kekuatan dalam pengamatan ilmiah tidak sama dengan pengamatan lingkungan sosial politik di sekitarnya," tutur Teguh.
Menurut pria yang menjabat sebagai Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi FISIP Untag Surabaya tersebut juga menyebutkan bahwa negara, pasar, dan pembuat undang-undang selalu masuk dan bergerak teratur seiring dengan gerak media massa, sehingga media massa selalu memiliki magnitud yang diyakini dapat membawa mereka ke tujuan yang diinginkan.
"Berbagai perubahan naik turunnya dampak media dalam sejarah sistem sosial politik menunjukkan bahwa media selalu diamati dalam ruang inersia, meminjam istilah relativitas Einstein,"ujar pria kelahiran Madiun ini.
Teguh menuturkan bahwa untuk memahami kekuatan media dalam konteks tersebut dirinya mengusulkan pendekatan baru, yakni dengan meminjam prinsip-prinsip teori relativitas Einstein. Relativitas, yang secara tradisional digunakan dalam fisika untuk menjelaskan hubungan antara ruang, waktu, dan gravitasi, dapat digunakan sebagai metafora yang kuat untuk memahami sifat kekuatan media yang relatif terhadap konteksnya.
Menurutnya, dalam relativitas Einstein, dua hal penting adalah kerangka acuan dan kecepatan cahaya sebagai batas universal. Dalam kerangka acuan ini, konsep media menunjukkan bahwa kekuatan media tidak bersifat absolut, melainkan bergantung pada kerangka sosial-budaya dalam ruang inersia. Media memiliki kekuatan besar di komunitas yang sangat terhubung secara digital, tetapi mungkin tidak memiliki dampak signifikan di komunitas dengan akses terbatas ke teknologi.
"Melalui konsep ini kita dapat membangun komitmen untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan literasi media di masyarakat sehingga kita dapat menghadapi tantangan yang muncul dari perkembangan teknologi komunikasi dan media dengan lebih bijaksana, serta menciptakan lingkungan yang mendukung pertukaran informasi yang sehat dan konstruktif," ujarnya.
Dalam kegiatan yang dihadiri oleh seluruh pejabat struktural di lingkungan Yayasan Perguruan Tujuh Belas Agustus 1945 (YPTA) Surabaya dan Ketua LLDIKTI Wilayah VII, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M, tersebut dikukuhkan pula dua Guru Besar, yakni Prof. Dr. Ida Aju Brahma Ratih, M.M (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) dan Prof. Dr. Ir. Wardah, M.P., M.M (Fakultas Vokasi). (riz)
Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya