YPTA Surabaya Luncurkan Website PLD Ramah Disabilitas: Implementasi Standar WCAG 2.0
Senin,13 April 2026 - 00:06:05 WIBDibaca: 2 kali
Surabaya – Direktorat Sistem Informasi (DSI) Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya meluncurkan website baru untuk Pusat Layanan Disabilitas (PLD) dengan mengadopsi standar Web Content Accessibility Guidelines (WCAG) 2.0. Langkah ini menjadikan PLD sebagai salah satu unit layanan di lingkungan Untag Surabaya yang menyediakan akses informasi digital yang ramah bagi penyandang disabilitas, termasuk tunanetra, tunarungu, dan disabilitas motorik.
Peluncuran website ini merupakan wujud komitmen YPTA Surabaya dalam mendukung pendidikan inklusif dan kesetaraan akses informasi bagi seluruh civitas academica, khususnya mahasiswa dan dosen berkebutuhan khusus. Dengan standar WCAG 2.0, pengguna dapat mengakses konten menggunakan screen reader, navigasi keyboard, teks alternatif pada gambar, serta kontras warna yang sesuai.
Kepala DSI YPTA Surabaya menyatakan, “Kami ingin memastikan bahwa tidak ada hambatan teknologi bagi siapa pun yang membutuhkan informasi dari PLD. Website ini adalah wujud nyata bahwa Untag Surabaya hadir untuk semua.”
Website PLD baru ini juga dilengkapi dengan fitur responsive design untuk berbagai perangkat, serta kemudahan akses ke formulir pendaftaran layanan, jadwal konsultasi, dan berbagai informasi kebijakan disabilitas. Ke depan, DSI berencana untuk mengimplementasikan standar serupa di seluruh laman resmi Untag Surabaya.
“Langkah DSI YPTA Surabaya dalam menghadirkan website PLD berstandar WCAG 2.0 bukan sekadar pencapaian teknis, tetapi sebuah pernyataan etis dan strategis dalam komunikasi publik. Dari perspektif ilmu komunikasi, aksesibilitas informasi adalah fondasi dari komunikasi inklusif. Selama ini, penyandang disabilitas seringkali menjadi ‘publik yang terabaikan’ dalam arus digitalisasi. Dengan standar WCAG 2.0, kita membangun jembatan komunikasi yang adil.
Di Magister Ilmu Komunikasi Untag Surabaya, kami menjadikan isu komunikasi inklusif dan aksesibilitas media sebagai salah satu rumpun kajian penting. Inisiatif ini dapat menjadi studi kasus bagi mahasiswa kami untuk melihat bagaimana kebijakan teknologi informasi dapat diarahkan pada nilai-nilai kemanusiaan. Saya mengapresiasi DSI dan YPTA yang telah berani melangkah lebih maju. Semoga seluruh unit di Untag Surabaya segera mengikuti standar ini, karena komunikasi yang baik adalah komunikasi yang dapat diakses oleh semua.” (noa)
Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya